Unsur Intrinsik Dan Unsur Ekstrinsik

Hai, sobat.Pada kesempatan ini saya ingin menulis arikel tetang unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Nah, pasti kalian tahu dong pelajaran ini.

Unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik sangat penting untuk membangun sebuah karya sastra.

Pada SD sampai SMP saya juga pernah belajar pelajaran ini, sampai sekarang pun saya juga masih ingat pelajaran itu. Karena pada waktu itu,pelajanya diulang-ulang terus sampai saya bosan.

Tapi, kita tidak boleh menganggap remeh setiap pelajaran. Karena suatu saat pasti ada gunanya.

Pada artikel ini, saya akan menuliskan lengkap unsur-unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Yuk, simak artikel yang ada dibawah ini.

Unsur Intrinsik

Unsur intrinsik merupakan inti-inti yang membangun sebuah karya sastra didalam. Artinya, unsur-unsur ini murni berada didalam cerita.

Cerpen (Cerita pendek) merupakan diantara jenis karya sastra yang menggambarkan cerita atau kisah alur hidup manusia dalam bentuk tulisan yang ditulis dengan jelas.

Cerpe yang biasanya juga dinamakan dengan prosa atau karangan fiksi, memiliki isi pengisahan yang hanya berfokus pada sebatas satu permasalan dan konflik.

Secara singkatnya, jalan cerita pendek hanya berpusat pada satu konflik saja.

Ada beberapa ciri-ciri cerpen yang harus kalian pahami agar kalian dapat membedakanya dengan karya tulis lainya, diantaranya adalah:

  • Memiliki jumlah kata yang tidak lebih dari 10.000 kata
  • Memiliki proporsi penulisan yang lebih singkat dibandingkan dengan novel.
  • Kebanyakan mempunyai isi cerita yang menggambarkan kehidupan sehari-hari.
  • Tidak mencerminkan semua kisah tokohnya, karena dalam cerpen yang dikisahkan hanyalah intinya saja.
  • Tokoh yang diceritakan dalam cerpen mengalamisebuah konflik sampai pada tahap penyelesaianya.
  • Pemilihan kata yang sederhana sehingga memudahkan para pembaca untuk memahaminya.
  • Bersifat fiktif.
  • Menceritakan satu kejadian saja dan menggunakan alur cerita tunggal dan lurus.
  • Membacanya tidak butuh waktu yang lama.
  • Memberikan pesan dan kesan yang sangat mendalam sehingga pembaca akan ikut merasakan kesan dari cerita trsebut.

Unsur intrinsik yang ada didalam cerpen adalah:

A. Tema

Tema adalah sesuatu yang menjadi pokok masalah / pokok pikiran dari pengarang yang ditampilkan dalam karangannya.

Tema memiliki sifat umum yang general yang dapat diambil dari lingkungan sekitar, permasalahan yang ada di masyarakat. Kisah pribadi pengarang sendiri, pendidikan, sejarah, perjuangan romansa, persahabatan dan lain-lainya.

B. Amanat

Amanat adalah pesan atau kesan yang dapat memberikan tambahan pengetahuan, pendidikan, dan sesuatu yang bermakna dalam hidup yang memberikan hiburan, kepuasan dan kekayaan batin kita terhadap hidup.

Dalam sebuah cerpen biasanya moral tidak ditulis langsung, melainkan tersirat dan akan bergantung sesuai pemahaman pembaca akan cerita pendek tersebut.

C. Alur

Alur adalah jalan cerita /rangkaian peristiwa dari awal sampai akhir.

Tahap-Tahap Alur 

  • Tahap perkenalan / Eksposisi.

Tahap perkanalan adalah tahap permulaan dari suatu cerita yang dimulai dari suatu kejadian, tetapi belum ada ketenangan (Perkenalan para tokoh, reaksi antar pelaku, penggambaran fisik, penggambaran tempat.

  • Tahap pertentangan / Konflik.

Tahap pertentangan adalah tahap dimana mula terjadi pertentangan antara pelaku-pelaku (Titik pijak menuju pertentangan selanjutnya).

Konflik terbagi menjadi beberapa bagian yaitu:

  1. Konflik internal adalah konflik yang terjadi dalam diri penokoh
  2. Konflik eksternal adalah konflik yang terjadi diluar tokoh (Konflik tokoh dengan tokh, konflik tokoh dengan lingkungan, konflik tokoh dengan alam, konflik tokoh dengan tuhan dll).
  3. Tahap penanjakan konflik / konflikasi adalah tahap dimana ketegangan mulai terasa semakin berkembang dan rumit (Nasib pelaku semakin sulit diduga, kadang dugaan itu tidak terbukti pada akhir cerita).
  4. Tahap Klimaks adalah tahap dimana ketegangan mulai memuncak (Perubahan nasib pelaku sudah mulai dapat diduga, kadang dugaan itu tidak terbukti pada akhir cerita.
  5. Tahap penyelesaian adalah tahap akhir cerita, pada bagian ini berisi penjelasan tentang nasib-nasib yang dialami tokohnya setelah mengalami peristiwa memuncak itu. Ada pula yang penyelesaianya diserahkan kepada pembaca, jadi akhir ceritanya menggantung, tanpa ada penyesalah.

Macam-Macam Alur 

  1. Alur maju adalah peristiwa-peristiwa yang diutarakan awal sampai akhir / masa kini menuju masa yang akan datang.
  2. Alur mundur adalah peristiwa-peristiwa yang menjadi bagian penutup diutarakan terlebih dahulu/masa kini, baru menceritakan peristiwa-peristiwa pokok melalui kenangan/masa lalu salah satu tokoh.
  3. Alur gabungan adalah peristiwa peristiwa pokok yang diutarakan. Dalam pengaturan peristiwa-peristiwa pokok, pembaca diajak mengenang peristiwa-peristiwa yang lampau, kemudian mengenang peristiwa pokok(Diambil oleh tokoh utama) lagi.

D. Perwatakan / Penokohan

Perwatakan adalah bagaimna pengarang melukis watak tokoh, perwatakan dibagi menjadi tiga bagian yaitu:

  1. Analitik adalah pengarang langsung menceritakan watak tokoh.
    ContohSiapa yang tidak kenak pak edi yang lucu, periang dan pintar. Meskipun agak pendek justru melengkapi sosoknya sebagai guru yang di idolakan siswa. Lucu dan penyayang.
  2. Dramatik adalah  pengarang melukiskan watak tokoh dengan tidak langsung. Bisa melalui tempat tinggal, lingkungan, percakapan/dialog antar tokoh, perbuatan, fisik dan tingkah laku, komentar tokoh lain terhadap tokoh tertentu, jalan pikiran tokoh.
    Contoh: Begitu memasuki kamatnya yayuk, pelajar sma kelas satu itu langsung melempar tasnya ketempat tidur dan langsung membaringkan dirinya tanpa melepas sepatu terlebih dahulu. (Tingkah laku tokoh).
  3. Campuran adalah gabungan antara analitik dan dramatik. Pelaku dalam cerita dapat berupa manusia, binatang, atau benda-benda mati yang diinsankan lainya.

E. Pelaku / Tokoh Dalam Cerita

  1. Pelaku Utama adalah pemeran yang memegang peranan utama dalam cerita dan selalu hadir atau muncul pada setiap suatu kejadian.
  2. Pelaku Pembantu adalah pelaku yang berfungsi membantu pelaku utama dalam cerita.Biasanya bertindak sebagai pahlawan mungkin juga sebagai penentang pelaku utama.
  3. Pelaku Protagonis adalah pelaku yang memegang watak tertantu yang membawa ide kebenaran (Jujur, setia, baik hati dll).
  4. Pelaku antagonis adalah pelaku yang berfungsi menentang pelaku protagonis(Penipu, pembohong, dan lain-lain)
  5. Pelaku tritagonis adalah pelaku yang dalam cerita sering dimunculkan sebagai tokoh ketiga yang biasa disebut dengan tokoh penengah.

F. Latar Atau Setting

Latar atau setting adalah sesuatu atau keadaan yang melingkupi pelaku dalam sebuah cerita. Adapun macam-macam latar yaitu:

Latar Tempat adalah latar dimana pelaku barada atau cerita yang terjadi (Di sekolah, di kota, di ruangan).

Latar Waktu adalah kapan waktu cerita itu terjadi seperti (Pagi, siang, sore, malam, kemarin, besok, dan lain-lain)

Latar Suasana adalah dalam keadaan dimana cerita terjadi seperti (Sedih, bahagia, gembira, dingin, damai, ataupun sepi)

G. Sudut Pandang

Sudut pandang merupakan strategi yang digunakan oleh pengarang cerpen untuk menyampaikan suatu ceritanya. Baik itu sebagai orang pertama, kedua, ketiga.

Bahkan acapkali para penulis menggunakan sudut pandang orang yang berada diluar cerita.

H. Gaya Bahasa

Gaya bahasa merupakan ciri khas sang penulis dalam menyampaikan tulisanya kepada sang pembaca. Baik itu penggunaan majasnya, diksinya, ataupun pemilihan kalimat yang tepat didalam cerpenya.

Gaya bahasa juga sangat penting untuk pembuatan cerpen, karena bisa berdampak sangat bagus jika penulisanya benar dan tepat

Unsur Ekstrinsik

Latar Belakang Sejarah

Latar belakang sejarah ini bukan merupakan bagian cerita, melainkan dari penulisnya. Sebuah cerita sangat dipengaruhi oleh latar belakang dari sejarah penulisnya, bagaimana sang penulis menjalani hidup, dan masih banyak lainya.

Latar Belakang Penciptaan

Latar belakang ini memiliki kaitanya dengan tujuan cerpen itu dibuat. Misalnya, seorang pengarang membuat cerpen untuk mengenang sahabatnya yang telah meninggal, untuk dedikasikan kepada seseorang atau orang lain.

Kondisi Masyarakat

Sedikit banyak, konbdisi masyarakat pada waktu penulis menuliskan cerita mempengaruhi ceritanya. Seperti pada masa peperangan, maka penulis mengekspresikan perasaanya diwaktu tersebut.

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi penulis, diantaranya sebagai berikut:

  • Idiologi Negara
  • Kondisi Politik
  • Kondisi Sosial
  • Kondisi Ekonomi

Psikologis

Unsur ini terkait erat dengan kondisi psikologi dasn penulisnya.

Nilai-Nilai Yang Terkandung Dalam Cerpen

Ada beberapa nilai yang menjadi unsur ekstrinsik dalam sebuah cerpen. Dan nilai-nilai tersebut diantaranya adalah:

  • Nilai Agama
  • Nilai Sosial
  • Nilai Moral
  • Nilai Budaya

Penutup

Nah, bagaimana teman-teman apakah kalian sudah tahu sekarang mengenai dua unsur yang saya tulis diatas. Biar lebih bisa kalian coba latihan mencari unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik diartikel saya yang sebelumnya.

Terima kasih atas kunjunganya di artikel saya.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *