Macam-Macam Mad Dalam Ilmu Tajwid | Lengkap

Halo, sobat. Apakabarnya, pasti kalian baik-baik saja kan. Pada kesempatan ini sayan ingin menulis artikel tentang macam-macam mad di ilmu tajwid.

Nah,sobat pasti kalian tahukan ilmu tajwid. Ilmu tajwid ini sangat penting untuk membaca kitab suci Al quran, karena, kalau kita salah membaca al quran kita juga bisa membuat maknanya beda.

Pada dasarnya ilmu tajwid punya banyak sekali macam-macamnya.

Tapi disini saya ingin membahas tentang macam-macam mad secara princi dan jelas. Mad juga ada beberapa maca-macamnya. Nah, dibawah sudah saya tuliskan secara jelas, dibacaya.

Pengertian Mad Dalam Ilmu Tajwid

Mad menurut bahasa adalah memanjangkan atau menambahkan bacaan. Sedangkan menurut istilah, mad berarti Memanjangkan suara dengan salah satu huruf dari huruf-huruf mad asli. 

Hal itu dikarenakan  bertemunya huruf dengan beberapa huruf mad seperti hamzah, wawu, dan ya’. Sedangkan panjangnya sendiritergantung dari macam-macam mad itu sendiri.

Mengapa harus memanjangkan bunyi huruf hijaiyah itu karena adanya pertemuan antara huruf hijaiyah yang berharokat fathah bertemu dengan alif mati, huruf hijaiyah yang berharokat dhommah bertemu dengan wawu mati dan huuruf hijaiyah yang berharokat kasroh bertemu dengan huruf ya’ mati.

Jadi kika ditotal keseluruhan jumlah hukuman bacaan mad menjadi lima belas macam.

Untuk lebih jelasnya mengenai hukum kelima belas mad tersebut, saya akan mengulas lebih lengkap tentang macam-macam dan conto hukum bacaan mad dibawah ini.

Pembagian Mad

Nah, mad juga dibagi menjadi beberapa bagian di antaranya yaitu:

Mad Thobi’i

Mad thabi’i adalah bacaan huruf hijaiyah yang dipanjangkan secara biasa, atau sering disebut mad asli atau mad pokok.

Apabila ada alif terletak sesudah fathah atau ya’ sukun sesudah kasroh atau wawu sesudah dhommah maka hukum bacaanya mad thobi’i.

Cara membacanya yaitu dipanjangkan satu alif / dua harokat. Disebut mad thobi’i apabila terdapat hal berikut:

  1.  Jika alif jatuh sesudah harokat fathah, contoh:
    سا, ما, نا, وا, حا
  2.  Jika wawu jatuh sesudaharokat dhommah, contoh:
    سو, مو, نو, وو, حو
  3.  Jika ya’ jatuh sesudah harokat kasroh, contoh:
    سي, مي, ني, وي, حي

Mad Far’i

Mad Far’i secara bahasa artinya yaitu cabang, sedangkan menurut istilah mad far’i adalah Mad yang merupakanhukum tambahan dari mad asli (sebagai hukum asal), yang disebabkan oleh hamzah atau sukun. Mad far’i juga dibagi menjadi beberapa bagian yaitu:

Mad Wajib Munfasil

Mad jaiz munfasil terjadi apabila ada mad thobi’i yang bertemu dengan hamzah, namun hamzah tersebut berada pada lain kalimat. Jaiz sendiri berarti boleh medangkan munfasil artinya terpisah.

Cara membacanya boleh seperti mad wajib muttasil, dan boleh seperti mad thobi’i saja. Contoh: وَﻻَأنْتُمْ بِمَا أُنْزِلَ

Mad Wajib Muttashil

Mad wajib muttasil yaitu apabila ada mad thobi’i bertemu dengan hamzah didalam satu kalimat atau suatu kata, cara membaca nya wajib dipanjangkan lima harokat atau dua setengah kali mad thobi’i (Dua setengah alif).

Adapun contoh bacaanya yaitu:  سَوَآءٌ – جَآءَ – جِيْءَ 

Mad Lazim Mutsaqqal Kilmi

Apabila ada mad thobi’i yang bertemu dengan tasydid didalam satu perkataan, maka harus dibaca panjang tiga kali mad thobi’i atau enam harokat.

Contoh bacaanya adalah: وَﻻَالضَّآلِّينَ اَلصّاخَةُ

Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi

Mad lazim mukhaffah khilmi adalah mad yang terjadi ketika ada mad thobi’i bertemu dengan huruf mati atau sukun. Cara membacanya adalah enam harokat.

Contoh bacaanya adalah: آﻻَن

Mad Layyin

Mad layyin adalah mad yang apabila wawu sukun atau ya’ sukun sedang huruf sebelumnya yaitu berharokat fathah.

Cara membacanya yaitu sekedar lemas dan lunak, adapun contoh bacaanya yaitu: رَيْبٌ خَوْفٌ

Mad Arid Lissukun

Mad arid lissukun adalah jika terdapat waqof atau tempat pemberhentian membaca, sedangkan sebelum waqaf tersebut terdapat mad thobi’i atau mad lain. Cara membanya terbagi menjadi tiga yaitu:

  1. Yang paling utama dibaca panjang seperti halnya mad wajib muttasil atau dibaca enam harokat.
  2. Yang ada di pertengahan bisa dibaca sepanjang empat harokat yakni dua kalinya mad thobi’i.
  3. Yang pendek yakni boleh hanya dibaca seperti mad tho bi’i biasa.
    Contoh bacaanya yaitu: بَصِيْرٌ خَالِدُوْنَ والنَّاسِ سَمِيْعٌ

Mad Shilah Qhosiroh

Apabila ada ha’ dhomair sedangkan sebelum ha’ tadi terdapat huruf hidup (berharokat). Maka untuk cara membacanya harus dipanjangkan seperti halnya mad thobi’i, contoh: اِنَّهُ كَانَ ﻻَشَرِيْك لَهُ

Mad Shillah Thawillah

Mad shilah thowilah adalah mad yang jika ada mad qoshiroh bertemu dengan hamzah. Cara membacanya yaitu seperti mad jaiz munfasil.

Adapun contoh bacaanya yaitu: عِنْدَهُ اِﻻَّبِاذْنِه لَهُ اَخْلَدَهُ

Mad Iwad

Mad iwad adalah mad yang apabila ada fathahtain yang jatuh pada waqof (pemberhentian) pada akhir kalimat. Adapun cara membacanya yaitu seperti mad thobi’i.

Contohnya yaitu: سَميْعًا بَصيْرًا عَلِِيْمًا حَكِيمًا

Mad Badal

Mad badal adalah mad yang terjadi jika terdapat hamzah bertemu dengan sebuah mad, maka cara untuk membacanya adalah seperti mad thobi’i. Badal artinya diganti, karena yang sebenarnya huruf mad yang ada tadi asalnya hamzah yang jatuh sukun kemudian diganti menjadi ya’, alif atau wawu.

Adapun contohnya yaitu:  آدَمَ إيْماَنٌ

Mad Lazim Harfi Mukhaffafah

Mad lazim harfi mukhafaffah adalah mad yang apabila ada permulaan surat al quran ada terdapat salah satu atau lebih dari antara huruf lima yakni:  ح – ي – ط – ﻫ – ر

Cara membacanya seperti halnya membaca mad thobi’i. Contoh: حم الم

Mad Tamkien

Mad tamkien adalah mad yang apabila ada ya’ sukun yang didahului dengan ya’ yang bertasydid dan harokatnya kasroh. Cara membacanya yaitu ditepatkan dengan .

Adapun contohnya yaitu:  النَبِيّيْنَ حُييِّيْتُمْ

Mad Farq

Mad farq adalah mad yang bertemunya dua hamzah yang satu hamzah istifham dan yang satu lainya adalah hamzah washol pada alif ma’rifat. Cara membacanya adalah dengan memoanjangkan enam harokat.

Contohnya: قُلْ ءٰاﷲُ اذِنَ لَكُمْ ءٰٰاﷲُخَيْرٌاَمّايُشْرِكُون قُلْ ءٰٰالذَّكَرََيْنِ 

Penutup

Nah, bagaimana teman-teman apakah kalian sudah paham tentang macam-macam mad. Semoga kalian bisa mengamalkanya ya, Dan kalau membaca Al Qur’an ngga salah-salah lagi. Terimakasih atas kunjunganya di artikel saya semoga artikel saya bermanfaat untuk kalian.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *